Mau nulis apa ya? Aku juga bingung
sebenarnya, tapi kata orang bijak -termasuk aku yang sebearnya hanya
mengaku-aku menjadi orang bijak- hahaha :D kalau kita hanya
berangan-angan, bermimpi, berimajinasi tanpa mau memulainya pasti
akan terasa berat. 'menjadi seorang pemikir itu baik, namun lebih
baik lagi apabila berjalan beriringan dengan pemikiran' Talk
less do More. Kalo kata iklan
begitu.. emm, mau mulai dari mana enaknya? Baiklah. Sudah saya
putuskan. Kita beranjak saja dari pemikiran ku disaat aku mulai
beranjak dewasa.
Dewasa ini aku
sering memikirkan, sebenarnya menjadi seorang yang sebenar-benarnya
orang -yang sering dikatan orang tua sudah matang dewasanya- itu
sangat butuh banyak perjuangan. Sudah mulai ku rasakan. Aku rasa ini
adalah sebuah proses. Suatu proses pembelajaran hidup. Yaah, sedikit
aku dapat merasakan bagaimana perasaan ini, jiwa ini, kelabilan ini,
pemikiran ini, kejenuhan ini, kegalauan yang semakin membengkak ini.
Apa maksud dari apa yang saya katakan barusan? Yapp! Aku mulai ya..
Perkenalkan,
nama saya futihatur Rahmawati biasa di panggil TIKA. Entah kenapa
sampai sekarang saya sendiri masih penasaran dan belum menemukan
hasil dari riset yang telah saya lakukan. Ndobos
-red. Tentang pemanggilan nama saya yang sangat tidak nyambung ini.
Sudah berapa ratus ribu orang yang mengangkat alis matanya dan
mengernyitkan sedikitnya tigaratus kerutan diwajahnya saat
mendengarkan nama panggilan saya yang sebenarnya sangat tidak pas
seratus delapan puluh derajat -walau tidak sampai 360 derajat- Kok
bisa di panggil TIKA?
Wow!! impossible
banget ya kalo saya langsung menjawab dengan jawaban “wah, aku juga
gak tau tuh kok bisa kayak gitu!” pasti saat itu juga orang-orang
yang sebenarnya tekad utamanya berkenalan manis manja denganku
langsung memasangkan tampang jahat mereka dan dalam hatinya berkata:
'Gila ni orang! Masa sejarah nama sendiri aja ga tau, pasti hidupnya
juga ga tau, pasti saudara-saudarannya juga ga jelas, pasti
pikirannya juga ga jelas, pasti, pasti, pasti..' semua penuh dengan
ketidakpastian imajinasi pikiranku sendiri! Oh Tuhaaan, apaa
dosaaakuuu? -Langsung sujud taubat- dan walhasil, apa jawabanku
sebenarnya untuk ketidakpastian nama panggilanku itu?
Kalau di akte
kelahiran, nama panjang ku memang tertulis dengan gambang FUTIHATUR
RAHMAWATI. Pada tanggal 22 mei 1991 hari selasa Kliwon telah lahir
bayi merah gempal -dulu belum secantik ini- dengan berat --sensor-
dan panjang --sensor- [rahasia Rekam Medis] tanpa ada tertulis
tulisan nama panggilan TIKA disana. emm, membingungkan memang.. Namun
telisik punya telisik, ketika saya menanyakan kepada babe saya asal
muasal dari nama panggilan saya, dan itupun ketika saya tidak dapat
menjawab pertanyaan dari beribu orang teman-teman saya di sekolah
dasar tepatnya kelas 2. Dan begini jawaban babe saya: Duh, nak saya
juga bingung mau menjawab apa.. beberapa waktu kemudian beliau diam.
Terlihat berfikir serius dengan tampang tidak bersalahnya beliau
menjawab: nama mu kan futihatur rahmawati, nah kalo di tulis arab
jadi kayak gini.. -mengambil kertas sembarang dan menuliskannya nama
saya dalam bentuk arab- nah, nama TIKA itu diambil dari fuTIHAtur
rahmawati. karena lidah orang jawa ga bisa ngomong arab, jadi TI-KHA
[dari huruf ta' dan kha'] terciptalah nama tika. Dan orang kampung
manggil kamu tika. Itu lebih gampang kan?
Saat
itu juga tampangku langsung menciut dan menaikkan bibir sebelah kanan
ku tigapuluh derajat. Senyum tidak ikhlas menghinggap di wajah saya
saat itu juga. Dan hanya bisa menjawab: 'oh, gitu ya?' Oh Tuhaaaan,
bergegas aku berlari ala sinetron dimana peran wanitanya sedang patah
hati ala filam india. Ndodok di
sudut kamar dan merenungi nasib. Dan bayangkan saat itu saya masih
kelas dua SD harus memikirkan betapa beratnya nama saya, saking
beratnya saya pun tidak menyangka babe saya akan menjawab sedemikian
rupa detailnya. Eh, lebih tepatnya, berat untuk saya katakan kepada
semua orang. Maluuuuuu!! berasa tertimbun batu duaratus kilo yang
biasa untuk peletakan batu pertama pembangunan masjid-masjid
kampungku. Semenjak itu, saya bercerita perihal iini hanya kepada
beberapa orang yang bertanya tentang asal usul nama saya saja,
pastinya saya menjawab pada orang yang akan tidak menertawai dengan
sangat puas tentang nasib dan sejarah nama saya ini. Hiks.
Suatu ketika, saya
beranjak di kelas 4 SD Entah kenapa, di SD saya, saya sebagai murid
yang dikenali oleh guru-guru saya. Dari 120 murid dengan tiga kelas
disana, saya termasuk salah satu murid permpuan yang mencolok mata
para guru. Buandeelnya minta ampun, sangat narsis, sok ngeksis dan
sangat kepedean. Entah kenapa kebiasaan suka ngeksis saya sudah
tertanam dari saya kecil. Entah ini efek dari saya hobi menonton
serial kartun tiap minggu pagi, dari bangun pagi membuka mata: jam
06.00 teng langsung setel tipi, ada hamtaro, setengah jam kemudian
ada kobo chan, chibi maruko chan, doraemon, dragon ball, detektif
conan, sinchan, dan entah apa itu masih banyak, tak dapat ku sebutkan
satu persatu -gaya kata pengantar-. Mungkin itu semua membuat efek
pada diri saya, tapi entah dengan teman-teman semua. Hahaha. Atau
terlalu banyak nonton telenovela? Atau nonton pernikahan dini? Ah
Iya! Jangan-jangan karna terlalu sering nonton tersanjung?? yang
serialnya sampai 8? ah, jangan-jangan akibat nonton Misteri gunung
merapi? Jadi saya terobsesi dengan Mak lampir dan Gerandong yang
makan orang? Wow, sangat fantastik! :D
--to be continue
Tidak ada komentar:
Posting Komentar